Studi Kasus: Cara Mencairkan JHT BPJS (Jaminan Hari Tua) Di Kantor BPJS

Kali ini saya akan membagikan pengalaman ketika mencairkan dana JHT (Jaminan Hari Tua) di Kantor Jamsostek / BPSJ cabang Surakarta.

Seminggu yang lalu tepatnya tanggal 2 Februari 2015 saya mengajukan pencairan dana JHT, sebenarnya saya belum tua-tua amat sih baru 33 Tahun.

Kok bisa baru umur segitu sudah mengambil JHT?

Jadi ceritanya begini sobat tahun 2004 yang lalu kurang lebih 10 tahun yang lalu lebih dikit, saya diterima kerja di sebuah BUMN lumayan.

Tetapi karena keinginan saya pengen mandiri maka saya tahun 2011 saya mengundurkan diri dari tempat kerja saya…begitu ceritanya.

Cara Mencairkan JHT BPJS

OK saya lanjutnya, satu hari sebelum saya mencairkan JHT saya suruh istri saya untuk mengambil formulir pencairan JHT tujuan saya biar saya bisa isi dirumah terus tinggal bawa deh besok harinya ke kantor BPJS, yang perlu disiapkan adalah:

  • Formulir pengajuan JHT
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotocopy 1 lembar saja.
  • KTP Asli dan Fotocopy 1 lembar saja
  • Kartu BPJS Asli dan Fotocopy
  • Meterai (kalo yang ini harus asli ga boleh difoto copy)
  • Surat pengalaman kerja dari perusahaan / surat keterangan berhenti bekerja asli dan fotocopy
  • Fotocopy buku rekening jika lewat transfer (butuh waktu 2 – 3 hari)

Formulir Pengajuan JHT BPJS

Formulir pengajuan JHT seperti gambar dibawah ini

formulir jht BPJS

Oya yang harus diperhatikan ketika akan mencairkan dana JHT pastikan syaratnya terpenuhi, karena banyak sekali bapak-bapak dan ibu-ibu pulang dengan tangan hampa karena aturan mainnya belum mengerti.

Untuk mencairkan dana JHT pastikan umur kepesertaan minimal 5 Tahun plus 1 bulan masa tunggu, atau usia peserta lebih dari 55 tahun.

Tanggal 2 Februari saya meluncur ke kantor jamsostek (BPJS) dengan harap-harap cemas karena akan menerima uang.

Setelah sampai di sana luar biasa, antrinya ratusan orang, jadi tambah satu syarat lagi ketika akan mencairkan JHT yaitu harus sabar mengantri.

Sebelum antri maka semua berkas tadi dimasukkan kedalam amplop / map yang sudah disediakan di sana, selanjutnya dimasukkan kedalam BOX antrian.

Setelah saya masukkan saya kira-kira menunggu 2-3 jam lumayan menjenuhkan untungnya disana ada majalah jadi bisa baca-baca majalah.

Setelah menunggu lama akhirnya dipanggil sama mbak-mbak di depan, di interogasi kecil-kecilan ditanya tempat lahir, tanggal lahir dan nama ibu kandung (Kalo nama bapak tidak ditanyakan)

Setelah lolos pertanyaan KK asli saya dikembalikan dan diberi nomor antrian ke loket berikutnya dan formulir kecil untuk mengisi nama,alamat, tempat kerja dll.

Waduh-waduh antri lagi, ketika kasih nomor antrian mbake tadi sama pesan suruh beli materai di depan atau dipos satpam hargane 7000, lumayan kan pak satpam untung 1000 per lembar kalo yang beli banyak lumayan.

Setelah antri sekitar 1 jam lagi kemudian dipanggil loket berikutnya untuk verifikasi data lagi dan dikasih tahu total yang akan diterima, setelah selesai maka antri lagi yang terakhir di kasir bank untuk mengambil uangnya.

Setelah menunggu sekian lama maka selesai sudah penantian mbake di teler bank memanggil nama saya dan cair deh JHT selama bekerja dulu lumayan buat beli beras.

Sebenarnya prosesnya cepat sehari langsung cair asal tidak lewat dari jam 3 sore karena kalau diatas jam 3 loket diteler bank sudah tutup harus menunggu hari berikutnya, yang lama itu antrinya sob, paling tidak minimal 2-3 jam.

Tetapi itu mungkin tiap-tiap cabang tidak sama pelayanannya jadi tidak bisa dipukul rata semua seperti pengalaman saya.